Syarat Kehidupan [Essai Pengorbanan]

Syarat Kehidupan

Oleh : Nur Aisyah Amalia

            Hidup yang kita jalani ini bukanlah sesuatu yang Cuma-Cuma. Ada harga yang harus dibayar untuk menjalaninya. Dan ada syarat-syarat yang harus dipenuhi atasnya. Salah satu syarat dari kehidupan itu adalah “Pengorbanan”

         Secara tidak langsung, pengorbanan merupakan salah satu syarat menjalani hidup. Entah pengorbanan tersebut untuk diri sendiri ataupun pengorbanan untuk orang lain. Contoh kecil pengorbanan untuk diri sendiri adalah saat dimana kita hanya makhluq kecil yang berjuang mengalahkan makhluq kecil lainnya. Sehingga kita bisa menjadi pemenang yang akan membuahi sel telur, kemudian menjadi nyawa lain didalam rahim ibu. Kita tidak hanya berdiam saja didalam rahim. Kita juga melakukan banyak hal, dari membelah diri hingga ratusan kali, sampai belajar menendang, mendengar dan bernafas didalam perut ibu yang masih penuh dengan air

            Perjalanan 9 bulan itu sangat panjang. Ibu yang mengalami berbagai hal saat mengandung merupakan contoh pengorbanan untuk orang lain. Tidak bisa dibayangkan bagaimana rasanya lelah membawa beban yang cukup berat tanpa bisa diletakkan, meski sejenak. Melewati masa-masa awal kehamilan dengan payah karena perut yang akan sering bergolak dengan semua yang berbau. Setelah itu dilanjutkan bulan-bulan berikutnya. Jika saja kehamilan bukan merupakan sebuah anugerah, sudah pasti keadaan itu seperti sebuah penyiksaan. Karena beban yang ditanggung semakin bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan. Hal itu menjadikan kaki ibu membengkak dan mudah lelah saat beraktifitas.

            Karena semua beban dan pengorbanan ibu itulah, yang mewajibkan kita sebagai anak untuk selalu berbakti kepanya. 

            Kisah ibu mengandung hingga melahirkan adalah contoh nyata yang terlihat. Namun ada juga pengorbanan yang tak terlihat oleh mata, tapi sulit untuk dilakukan. Karena pengorbanan tidak selalu berupa pekerjaan fisik, tapi juga perbuatan hati. Memaafkan misalnya. Memaafkan adalah salah satu perbuatan hati yang mulia. Terlebih jika sebenarnya pemberi maaf mampu melakukan pembalasan.

            Seseorang tidak memerlukan banyak harta dan fisik yang rupawan untuk menjadi orang yang disenangi. Ia hanya cukup menjadi pemaaf. Selain itu pemaaf juga akan merasakan tentramnya jiwa, dan terbebas dari sesaknya hati karena amarah dan dengki.

            Pengorbanan benar-benar syarat untuk hidup. Karena bukan hanya manusia saja yang bisa melakukannya. Tapi juga hewan, tumbuhan dan semua yang bernyawa pasti akan merasakannya. Seperti bayi kangguru. Untuk dapat hidup ia harus terus bergerak menuju kantung induknya. Bukan hal yang mudah, melihat pada fase ini bayi kangguru berukuran kurang dari tiga sentimeter, dengann badan yang masih merah tak berbulu dan mata terpejam.

            Mari kita tengok pula pengorbanan dari rumput. Tumbuhan yang banyak dibenci oleh manusia ini juga dapat dijadikan contoh sederhan dari sebuah pengorbanan. Rumput tumbuh tanpa ditanam maupun disirami oleh seseorangpun. Hidupnya berada disembarang tempat yang dapat ia tempati untuk hidup. Oleh karena itu, ruput tak jarang terinjak oleh kaki-kaki manusia. Bukan hanya diinjak, rumput juga menjadi sasaran pengembala yang sedang mencari lahan untuk memberi makan hewannya. Tanpa disadari, rumput yang terlihat hina dan tak berharga itu mengorbankan hidupnya untuk kehidupan makhluq lain. Pengorbanan memang tak selalu harus melihat kepada siapa dan untuk siapa ia dilakukan.

            Pengorbanan tidak patut dipertanyakan. Karena ada sesuatu yang dikorbankan di sana. Entah itu raga, jiwa, harta dan waktu sekalipun. Yang perlu ditanyakan adalah, sudah berapa banyak pengorbanan yang kita upayakan? Tidak perlu perhitungan dengan pengorbanan. Karena pada akhirnya semua pengorbanan yang kita lakukan akan membuahkan hasil untuk diri kita sendiri.

            Pengorbanan tidak hanya dilakukan untuk kehidupan saat ini. Namun juga untuk kehidupan lain setelah dunia yang fana ini.  Perjalanan menuju kesana sangatlah jauh, hingga dibutuhkan banyak bekal untuk mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya.


            Pengorbanan adalah syarat kehidupan. Hidup di masa ini, maupun masa yang akan datang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Cerpen] Bayangan di Sudut Ruangan