[Cerpen_FiksiMini] Demi Seulas Senyum di Wajahnya

Demi Seulas Senyum di Wajahnya


“Mari masuk Dhi”, sesorang mempersilahkanku tidak lama setelah aku memencet bel. Aku berjalan dibelakang pemilik rumah yang tidak lain adalah teman kecilku. Ini adalah pertemuan pertama kali kami setelah 13 tahun perpisahan di SMA. Dan kini ia menjadi rekan kerjaku dikantor.

“kau benar-benar tidak ada kabar Ren, bahkan kau tidak mengundangku saat menikah”, godaku saat melihat seorang wanita menghampiri kami dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat dua buah gelas.

“silahkan diminum”, Wanita itu meletakkan segelas air putih didekat Reno dan segelas susu dihadapanku. Reno tersenyum penuh cinta pada wanita tersebut sebelum akhirnya ia meninggalkan kami diruang tamu.

Susu dihadapanku ini terlihat sangat segar, hingga membuatku tergoda untuk segera meminumnya. Tapi disaat tanganku hendak meraih gelas itu, Reno dengan cepat megambilnya dan menggeser air putihnya ke arahku.

“Maaf, sepertinya istriku salah. Susu ini khusus untukku”, ucap Reno yang kemudian menghabiskan setengah gelas susu dengan sekali teguk. Mengherankan. Setahuku Reno sewaktu kecil tidak menyukai susu. Bahkan ia bisa muntah jika mencium bau nafas orang yang baru saja meminum susu.

“Tak perlu heran seperti itu. Sekarang aku harus banyak-banyak minum susu setelah divonis kekurangan kalsium”, katanya saat melihat ekspresi wajahku yang mengisyaratkan keheranan. Aku yang tanpa sadar membuka mulut segera menutupnya dan memperbaiki duduk, karena salah tingkah.
***
“Maaf, Istriku memang sering lupa”, lagi-lagi Reno melakukan ritualnya, menukar gelas. Hari ini adalah keempat kalinya aku berkunjung kerumahnya, dan empat kali pula Reno berbuat demikian. Aku sudah tidak tahan dengan rasa ingin tahu yang semakin besar. Tanpa pikir panjang kuambil gelas di tangan Reno.

“Ren, maaf . Sebenarnya ada apa dengan susu ini?”

“Dhi, Se.” Reno menghentikan ucapannya saat melihatku mulai meneguk susu tersebut.

“Mmmhh.. rasanya sangat tawar. Aaaaa..” lidahku terjulur secara otomatis.

“yah, karena kau sudah meminumnya. Mungkin aku harus menjelaskan sedikit padamu.”.

Sebelum mendengar penjelasan dari Reno, aku  mengambil gelas air putih didepanku dan langsung meminumnya untuk menghilangkan rasa aneh yang menempel di lidahku

“Jadi, lima tahun yang lalu, anak pertamaku dengan Rhea meninggal karena keracunan makanan. Kau tahu? Minuman kesukaannya adalah susu tawar seperti yang kau minum itu. Dan sepeninggal anak kami, Istriku mengalami gangguan kejiwaan. Ia selalu membuatkan susu tawar untuk semua orang yang berkunjung kerumah. Untung saja dia masih ingat jika aku tidak menyukai susu. Jadi aku bisa menukarnya dengan minumanku. Istriku selalu bertanya seperti anak-anak, apakah para tamu menyukainya. Yah.. sejak lima tahun lalu aku memaksakan diri untuk menghabiskan susu buatannya, agar aku bisa menjawab jika tamu yang datang menyukainya. ”

“Tapi, susu itu sangat tawar Ren, bahkan sedikit amis”.


“Demi seulas senyum di wajahnya, Dhi. Kau tahu? Dia sudah merasakan hidup yang lebih tawar daripada ini”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Cerpen] Bayangan di Sudut Ruangan